Our Blog

5 Guru dari kota Palu Sulawesi Tengah Kagumi Sistem Pendidikan di MBA SPARTANS

Beberapa penghargaan yang diterima SMAM10 sebagai sekolah baru, baik untuk siswanya maupun untuk lembaga pendidikannya, menjadi daya tarik tersendiri bagi guru-guru palu Sulawesi tengah. Rabu 21 Desember 2016, mereka berlima berkunjung ke MBA SPARTANS SMPM2 dan SMAM10.

Dalam kunjungan, kelima guru Palu Sulawesi tengah yang  terdiri dari

1. Siti Rahmilia, S.Pd M.Pd (kepsek MTs Muhammadiyah Palu)

2. Erlina S.Pd M.Pd ( guru SMP neg)

3. Ulyani Amrun S.Pd M.Pd ( pegawai Kemenag kota Palu).

Serta 2 orang yang juga sebagai pengurus pimpinan wilayah Aisyiyah Sulawesi Tengah majelis kader ini, ingin belajar mengenal pengelolan sistem pendidikan yang dilakukan di SMPM2 dan SMAM10 Surabaya.

 

Tak perlu diragukan lagi, prestasi SMAM10 dibidang aktivitas pendidikan maupun manajemen pendidikan akhir-akhir ini sudah diakui  pengamat pendidikan. Selain itu, ke lima guru tersebut juga kagum terhadap percepatan pembangunan SMAM10 yang baru berdiri 3 tahun, jumlah siswanya sudah mencapai 400 lebih dengan gedung sudah begitu besar.

Ketua rombongan Ibu Indah mengaku sangat senang bisa melihat sendiri sekolah SMPM2 dan SMAM10 yang mendapatkan penghargaan dari tingkat Daerah, Wilayah dan bahkan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“kunjungan saya ke sekolah ini sudah lama saya impikan sejak munculnya artikel di media masa “Guru tidak Pernah Ambil Gajian” Jawa Pos 2014. Ternyata benar-benar sangat luar biasa, saya bangga sebagai warga Muhammadiyah, dan ingin mencontoh dan menerapkan di kampung saya sulawesi Tengah sesuai dengan kemampuan,” ungkapnya

10 tahun yang lalu, saya pernah berkunjung ke surabaya tepatnya disekolah ini, namun kondisinya tidak seperti ini. Masih kumuh dan sepi. Memang saya mendengar perkembangan dan prestasi SMPM2 dan SMAM10 dari media, ketika hari ini saya berkunjung dan betemu langsung dengan “sang pencerah” bapak Sudarusman, ternyata perubahan sangat luar biasa. Saya berkeinginan sama dengan teman-teman yang lain, apa yang kita terima dari penyampaian pak Sudarusman bisa diaplikasikan di Palu Sulteng”, Siti Rahmilia, S.Pd M.Pd (kepsek MTs Muhammadiyah Palu)

Sementara itu Kepala SMAM10, menjelaskan, bahwa tumbuh kembang sekolah di Genteng ini penuh dengan lintasan peristiwa yang tidak tidak linier. Artinya banyak hal yang secata teori tidak bisa dilaksanakan, namun secara realita banyak yang terlaksana. Saat itu, masih banyak yang kurang memahami akan artinya perubahan, artinya percepatan dan persaingan sekolah semakin terbuka kurang dimengerti. Sehingga ada kecendrungan mengambil posisi di zona aman atau berpikir linier dan bangga dengan masa lalunya.

“Saya beranggapan perubahan kerangka berpikir merupakan langkah yang paling tepat saat itu, untuk menumbuh kembangkan sekolah yang ada genteng. Saya melihat di sini ada aura untuk bangkit menjadi sekolah besar. Maka melalui kerja keras,  kerja cerdas, kreatif dan inovatif akhirnya saat ini baik SMPM2 dan SMAM10  menjadi sekolah yang diminati masyarakat,” pungkasnya.

Sudarusman,  juga menjelaskan bahwa tahun ajaran 2017-2018 SMAM10 akan membangun gedung baru sebagai sarana kelas untuk peserta didik putri di atas lahan 1000 meter persegi. Bangunan berlantai 6 berada di sekitar Genteng Muhammadiyah.

“Ibu-ibu kalau mau melihat lahan, rencana gedung SMAM10 Putri, insya Allah pada tahun ajaran berikutnya 2018-2019 ibu-ibu akan melihat gedung SMAM10 putri sudah mulai dimanfaatkan secara keseluruhan,” ajak kepala SMAM10 sambil mempersilakan untuk minum.

“Mohon do’anya semoga apa yang direncanakan oleh SMPM2 maupun SMAM10 diberikan kemudahan dan segera terealisasi,” tambahnya

” Aamiin,” jawab ke lima tamu dari Palu Sulawesi Tengah. (LKS’16)

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ustadz Putra

Segera Membalas...