Our Blog

Aktivitas Art and Sains Dalam KTS Sekaligus Sarana Edukasi Bagi Pelajar SMAMX

Dalam percepatan pengetahuan dan gempuran budaya asing terhadap kultur sekolah, Muhammmadiyah Boarding Area Sport Art and Sains (MBA Spartans) SMAM 10 senantiasa berupaya mensosialisasikan budaya sekolah melalui kegiatan Kegiatan Tengah Semester (KTS) 23 – 27 di kampung tradisional TSOT Hortensia dusun Lebaksari Prigen Jawa Timur. Panitia KTS mempunyai strategi untuk melecitkan keberbakatan siswa dibidang seni dan pengetahuan, sekaligus menjadikan KTS sebagai sarana edukasi tertib bagi para pesertanya.

Salah satuh fokus program SMAMX di tahun ajaran 2016-2017 adalah menyelenggarakan kegiatan yang mengarah pada memfasilitasi minat dan bakat sesuai passion serta bangga terhadap agamanya. Kepala sekolah menyebutkan KTS tahun ini adalah “Toleran dan Belajar Budaya Tertib” artinya KTS dilaksanakan sebagai melecitkan bakat serta sarana edukasi agar para peserta semakin dekat dengan Tuhannya. “Terkadang tidak hanya siswa yang kurang memiliki simpati dan empati serta bangga dengan agamanya. Namun para pembina masih belum banyak mengaplikasikan empati dan simpati dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Penyelenggaraan KTS yang dilangsungkan 4 hari dengan beberapa kegiatan yang bervariasi, diantaranya 2 hari untuk kelas X Dan 2 hari untuk kekas XI. Adapun kegiatan di setiap jenjang kelas berbeda. untuk kelas X fokus pada sosialisasi kegiatan dan membangun budaya sekolah. Sedangkan peserta kelas XI, fokus pada pengembangan minat dan bakat, dan penguatan kecakapan personal dan interpersonal, dengan harapan rasa empati dan simpati semakin menjadi budaya dalam kehiduan sehari-hari.

Kepala sekolah saat pelepasan menyampaikan, kegiatan ini bukan wisata, namun belajar di luar kelas, bahwa kegiatan KTS ini sekaligus memaksimalkan kecerdasan siswa. Mengingat selama ini para siswa hanya belajar di sekolah didalam kelas. “Para pembina dan pendamping KTS dimohon bisa memaksimalkan apa-apa yang telah diteorikan agar bisa diaplikasikan, melalui kegiatan diantaranya,
public speaking, mengajarkan tentang cara beretika, emosional spiritual quotion (esq) dan hypnoterapy serta tracking sekitar kaki gunung. Dengan harapan timbul rasa toleransi terhadap sesama. Jangan sampai ada siswa yang apatis terhadap kesulitan temannya,” ujar Kepala Sekolah

Kesempatan lain Sudarusman menambahkan KTS bahwasanya kedepan harus ada kegiatan sosial yang secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakat disekitar tempat pelaksanaan serta ada pagelaran seni, sebagai tempat mengekspresikan diri para peserta. Selain itu pagelaran seni juga sebagai program evaluasi para komunitas seni yang ada di sekolah”, tutupnya.

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ustadz Putra

Segera Membalas...