Definisi Hutan

            Hutan merupakan paru-paru bumi yang didalamnya berisi berbagai satwa, tumbuhan, pepohonan, dan sumberdaya lainnya. Hutan juga sebagai tempat sumberdaya alam melimpah ruah yang dapat dirasakan manfaatnya oleh manusia baik itu secara langsung dan tidak langsung. Pemerintah dalam undang-undang memberi definisi bahwa hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumberdaya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. (UU. 41/1999).

Manfaat Hutan

            Manfaat hutan tidak hanya sekadar melimpahnya sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan hasilnya secara langsung oleh manusia. Beberapa manfaat hutan yang mungkin tidak disadari oleh orang awam mengenai hutan antara lain :

            Air merupakan kebutuhan utama manusia, manusia dapat bertahan hidup ketika tidak makan sedangkan manusia tidak dapat bertahan hidup ketika tidak minum. Air juga memiliki peranan penting lainnya. Kemampuan vegetasi hutan dalam melakukan evapotranspirasi merupakan kemampuan andalan hutan dalam pengendalian daur ulang air. Hutan dapat menyimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup disekitarnya, khususnya pada hutan di kawasan Trawas. Air yang dihasilkan oleh hutan tersebut, dijual hingga keluar kota salah satunya yaitu Surabaya

Hutan sebagai sumber ekonomi

            Sudah jelas bahwa hutan dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitar. Kayu yang dihasilkan oleh hutan dapat bernilai tinggi dan banyak dicari oleh masyarakat luas. Selain kayu, air juga dapat menjadi sumber pengahasilan bagi masyarakat di kawasan Trawas. Satu tangki air dapat dijual dengan kisaran harga 25.000-30.000. Air tersebut banyak memasok daerah luar Mojokerto yang jauh dari sumber air. Sumber pendapatan bagi masyarakat Trawas selain kayu dan air adalah sebagai tempat rekreasi. Banyak sekali tempat di Mojokerto yang dimanfaatkan hutan dan alamnya sebagai tempat rekreasi sekaligus menjadi tempat edukasi.

            Hutan memiliki kekayaan keanekaragaman jenis tumbuhan beserta ekosistemnya. Hutan dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, dan obat-obatan. Keanekaragaman hayati yang terdapat di hutan adalah satu peran penting yang harus dilestarikan.

            Alasan mengapa anggota GAM pada pertempuran di Aceh dapat menang melawan TNI adalah karena warga Aceh dapat menguasai medan. Hutan yang menjadi medan pertempuran sudah pasti lebih dikenali oleh warga Aceh sendiri daripada masyarakat luar Aceh. Ini merupakan bukti bahwa hutan dapat menjadi sistem pertahanan dalam pertempuran.

Hutan Hujan Tropis

            Jenis hutan yang terdapat di PPLH Seloliman merupakan hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan yang terbentuk di wilayah-wilayah beriklim tropis. Hutan hujan tropis memiliki ekosistem yang kompleks, sehingga hutan ini dapat membuat struktur yang unik. Ciri – ciri hutan hujan tropis adalah :

  1. Memiliki curah hujan tinggi
  2. Pepohonannya besar, tinggi, dan daunnya lebat membentuk kanopi
  3. Memiliki kelembapan udara yang tinggi
  4. Vegetasinya rapat, sehingga sinar matahari tidak sampai pada permukaan

PPLH Seloliman      

            PPLH Seloliman adalah lembaga swadaya masyarakat yang berada di lereng Gunung Penanggungan. Bergerak di bidang pendidikan, PPLH Seloliman merupakan tempat edukasi yang tepat untuk belajar mengenal alam lebih dekat. PPLH Seloliman dibangun pada tahun 1989. Selain belajar mengenal alam, PPLH Seloliman juga menjadi tempat edukasi sejarah. Banyaknya situs peninggalan kerajaan Majapahit dapat ditemukan disekitar kawasan PPLH Seloliman. Salah satunya yaitu, Candi Jolotundo. Candi Jolotundo adalah peninggalan Prabu Udayana sebagai pemandian bagi Prabu Airlangga beserta permaisurinya.

            Sebagai hutan hujan tropis, PPLH seloliman memiliki banyak sekali keanekaragaman hayati yang unik. Beberapa diantaranya adalah :

            Tumbuhan karet kebo dengan nama ilmiah Ficus Elastica merupakan tumbuhan pertama yang ditanam pada peresmian PPLH Seloliman. Karet kebo mengandung antioksidan yang tinggi sehingga dipercaya dapat menyembuhkan banyak penyakit. Rebusan daun karet kebo dapat menjadi alternatif obat untuk mengobati stroke.

            Tumbuhan zodia dengan nama ilmiah Evodia Suaveolensi merupakan anti nyamuk alami yang dapat kita jumpai di PPLH Seloliman. Zodia mengandung linalool dan apinene yang mampu mencegah gigitan nyamuk. Baunya yang menyengatlah yang dapat menghalau nyamuk sampai dengan 6 jam lamanya.

            Tumbuhan saga manis dengan nama ilmiah A. Precatorius L. merupakan tanaman perdu merambat. Daun saga manis memiliki senyawa pemanis alami. Daun dari tumbuhan ini memiliki manfaat sebagai obat diare, sariawan, radang, dan ambeien

            Tumbuhan kepayang dengan nama ilmiah Pangium Edule merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa beracun. Kepayang mengandung asam sianida dan senyawa antimikroba yang dapat digunakan sebagai pengawet dan pembunuh serangga. Ekstrak dari kepayang dapat digunakan menjadi pestisida untuk mengatasi hama. Meski begitu, masyarakat jawa dengan segala kreatifitasnya dapat menjadikan tumbuhan beracun tersebut menjadi bumbu masakan. Biji dari buah kepayang, atau yang biasa orang jawa sebut dengan “kluwek” dimanfaatkan sebagai campuran rempah yang khas pada makanan tradisional rawon.

Kesimpulan

            PPLH Seloliman merupakan salah satu destinasi yang tepat untuk berpetualang dan belajar mengenal alam lebih dekat. Tak hanya mengenal alam, PPLH Seloliman juga memberikan edukasi mengenai sejarah Kerajaan Majapahit. Terdapat banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang dapat diambil disini. Kegiatan yang dilakukan pada 31 Oktober 2022 ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.

Oleh : Hafidzatun Nurul Mafazah / XII IIS 2 Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *