Our Blog

Komunitas Potensi Bahasa Jepang (Kisetsu-Bu) Inisiatif Selenggarakan Silahturahmi di Tengah Musibah Covid 19

Memahami akan pentingnya nilai-nilai kebersamaan dalam mengembangkan potensi berbahasa asing serta perhatian terhadap peningkatan potensi berbahasa anggotanya, komunitas Bahasa Asing SMAM-X potensi bahasa Jrpang “Kisetsu-Bu” berinisiatif menyelengarakan reuni atau silaturahmi di tengah situasi bencana pandemi corona Covid-19. Dengan harapan melalui program tersebut spirit bangkit untuk terus belajar bahasa semakin bertambah, bahkan akan muncul ide dan gagasan program peningkatan potensi disituasi musibah pandemi.

Kehiatan reuni sekaligus belajar tersebut diadakan pada sore hari di class area SMAM-X Putra 1 Jalan Genteng Muhammadiyah 45. Selepas sholat ashar para anggota potensi bahasa Jepang Kisetsu-Bu sudah meramaikan ruangan tempat belajar bahasa. Awalnya saling cerita masa lalu, namun sesekali selalu ada edukasi bahasa. Tak hanya pelajaran bahasa Jepang, di reuni ini mereka pembelajaran yang pertama mereka dapatkan munculnya rasa empati dan simpatik terhadap sesama, bahkan muncul rasa tanggung jawab dan kemandirian dengan mempersiapakan sarana dan prasarana sendiri.

Ustadz Bima pembina potensi bahasa Jepang SMAM-X Kisetsu-Bu juga sekaligus koordinator pembelajaran E-learning mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi atau reuni anggota ini memberikan kesempatan para anggotanya untuk saling berinteraksi ke arah yang positif.
“Di sini bukan hanya belajar formal, tetapi pendidikan karakter juga dan mengasah kreativitas, “Ujar ustdz Bima yang juga sebagai anggota tim Psilologi SMAM-X.

Menurut Ustdzah Maya pembina teater SMAM-X menyampaikan bahwa kegiatan latihan ini tidak hanya berlatih main derama, tapi latihan di situasi bencana pandemi corona Covid-19 juga memberikan kesempatan bagi anak-anak khususnya anggota teater SMAM-X bisa saling berinteraksi ke arah yang positif.
“Artinya, tidak hanya sekedar persiapan lomba namun ada juga belajar kehidupan baru atau karakter, atau melalui latihan anak-anak diajarkan untuk mampu memecahkan problema, “ujar Maya

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *