Bagi siswa sekolah keberbakatan situasi bencana pandemi corona Covid-19 bukanlah sebuah masalah, melainkan sebuah tantangan yang harus dihadapi dengan beragam program inovatif yang kreatif. Salah satu saat libur semester gasal, walupun dalam dituasi musibah pandemi program trasfer pengetahuan dan pengalaman tetap dilakukan oleh PR IPM SMAM-X walau hanya dalam bentuk diskusi terbatas dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan pandemi corona Covid-19. Diskusi kali ini, menghadirkan salah satu pimpinan pusat IPM ketua bidang Ipmawati Ismi Istiqomah, SKM.
Dalam diskusi ketua bidang Ipmawati PP IPM menyampaikan, bagi para pelajar khususnya yang rmasuk usia remaja yang tinggal di metropolitan pada situasi musibah pandemi corona Covid-19 terutama jika mereka berasal dari keluarga yang terkena dampak musibah sangatlah tidak mudah. Artinya, ia dituntut harus mampu menghadapi budaya kehidupan yang baru. Sebab jika tidak, ia akan tertinggal dengan dinamika masyarakat metropilitan.
Menurut Ismi Istiqomah, jadi anak metropolitan di situasi musibah corona Covid-19 tifaklah mudah, itu fakta yang tak dapat dipungkiri. Ketika budaya baru di era new normal mulai berlaku di metropolitan, banyak sekali tuntutan yang harus dipenuhi. Kadang ada tuntutan yang sebenarnya tidak terlalu penting, tapi harus dipenuhi dengan alasan menyesuaiakan diri dengan lingkungan yang sangat beragam tingkat kesulitannya. “Maka kehidupan muda-mudi metropolitan di situasi tidak cukup hanya mrmiliki kecakapan hidup, namun jauh lebih penting kebanggaan terhadap agamanya Islam terus ditingkatakan, agar tidak mudah dipengaruhi oleh budaya baru yang menyesatkan, “ujar Ismi Istiqomah