Our Blog

Menggemakan Anti Diskriminasi 2 Siswa Autis SPAH  SMAM-X Sambut Kehadiran Asesor Sekolah Ramah Anak dari Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur

Semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak termasuk anak anak “autis”. Di sekolah keberbakatan Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, memiliki program khusus sekolah Inklusi SPAH SMAM-X. Saat sudah mulai diminati masyatakat. Berawal dari satuan, kini jumlah siswa SPAH SMAM-X mencapai 80 an dari beragam disabilitas yang terdiri dari siswa putra dan putri. Dan di SMAM-X tidak boleh ada diskriminasi dan stigma negatif terhadap anak anak disabilitas, salah satunya terpilihnya 2 siswa SPAH Rizqi (autis) dan nisrina (autis) terpilih sebagai duta menyambut Sri Adiningsih ketua Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur dengan Adi Kurniawan anggota LPA Jatim (7/12’20)

Hingga kini hampir siswa-siswa sekolah Inklusi SPAH SMAM-X bisa mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh siswa reguler kecuali siswa dengan tingkatan disabilitas tertentu. Menurut koordinator itu semua dikarenakan keterbatasan infrastruktur juga guru yang mampu membimbing, ini merupakan pekerjan rumah, ke depan harus menjadi prioritas program, mengingat siswa yang masuk ke sekolah inklusi SPAH SMAM-X semakin beragam.

“Kita menerima hampir semua ABK mulai dari slow learner, autis, hiperaktif serta yang lain. Sayangnya bagi siswa tuna netra kami belum pernah ada jika ada sekolah Inklusi SPAH SMAM-X akan mencarikan guru pendamping khusus. Prinship SPAH SMAM-X siap menerima siswa dalam kondisi apapun, “Ujar Normalia koordinator SPAH SMAM-X.

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ustadz Putra

Segera Membalas...