Our Blog

Permainan Sulap Karya SMAMX Tampil di Grand City

Bila sudah terlanjur suka, semua pasti dilakukan hanya semata-mata untuk yang mereka suka. Ingin rasanya memberikan yang terbaik serta menceritakan pada setiap orang tentang pengalamannya, dan serasa bangga sekali apabila kita bisa menceritakan secara utuh hal-hal yang orang lain belum pernah melakukan. Hal ini dirasakan oleh 2 siswa yang bernama Syarif Fachrudin dan M. Firjatullah setelah turun dari panggung Pameran Batik Bordir Tenun dan Kerajinan di Mall Grand City 1 – 5 Maret 2017

Syarif dan Firja yang tinggal di kekas XI ini begitu jatuh cinta pada permainan sulap. Karenanya, ia sangat giat dan antusias sekali ketika mendengar informasi disuruh tampil di depan publik. Keinginan untuk memamerkan keahlian memainkan sulap sangat kuat. Ia ingin memberikan yang terbaik melalui karya-karya sulapnya yang berjudul Perubah warna, Kunci Ajaib, Permainan Kartu Beseri, Memilih kain dan Memotong Tanpa Celah. “Maaf pak Sudarusman saya tampil belum maksimal, ini permainan saya pertama untuk karya yang berjudul ‘Memotong Kain Tanpa Celah’ tidak sebaik latihan saya,” tutur sarif dan di iyakan oleh temannya, Firja

Masih banyak trik-trik sulap yang belum saya kuasai, saya oleh pembina disekolah baru diberikan yang ringan-ringan. Namun sudah dijanjikan pada tahun ke 2 akan diberikan bekal sulap yang lebih sulit, lebih menarik yang jelas lebih menantang. Mereka berdua merasa tanggung jawab untuk menguasai banyak hal tentang sulap. Mereka merupakan generasi pertama komunitas sulap di SMAM10 dituntut untuk kreatif dan inovatif.

“Kedepan saya akan beruasaha mengajak teman-teman untuk bergabung bermain sulap di SMAM10. Komunitas-komunitas yang ada saat ini yang kurang peminat memang ada di sulap, itu disebabkan karena kurang paham tentang permainan sulap,” tuturnya.

Kini Sarif dan Firja selain aktif bermain sulap, mereka berdua telah mengikuti TOT Trainer Of Trainer Out Bond yang diselengnggarakan oleh salah satu lembaga Out Bond yang bekerja sama dengan SMAM10, untuk mencetak kader-kader out bond. Dalam program tersebut, Sarif dan Firja akan memanfaatkan kemampuan bermain sulap sebagai bagaian dari permainan out bond “jadi harapan saya besok ketika saya ditunjuk sebagai instruktur out bond saya akan sertakan sulap bagaian dari penampilan yang menarik sebagai model menumbuhkan motivasi,” ujar syarif

Menurut Kepala Sekolah SMAM 10 Surabaya, Sudarusman mengharap kepada para pembina di masing-masing komunitas yang ada di sekolah, agar tidak pernah capek mengasah siswa-siswinya, memiliki kemauan yang kuat, berani dan tidak minder. Keberanian harus kita tanamkan terlebih dahulu, supaya mereka terbiasa kenerobos problema-problema dalam menghadapi persaingan. “Hal yang terpenting bagi anak-anak para pesulap membangun jiwa kreatif dan inovafif dan mampu memiliki karakter berjuang,” pesan sudarusman setelah melihat penampilan siswa di Panggung Pameran Batik Bordir Tenun dan Kerajinan di Mall Grand City 1 – 5 Maret 2017

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ustadz Putra

Segera Membalas...