Our Blog

Sekolah Keberbakatan SMAMX Terima Delegasi Mahasiswa Cina

Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains SMAM10 kembali menerima tamu dari luar negeri perwakilan mahasiswa dari Cina. Dipilihnya SMAM10 bukan sekedar asal pilih. Northeast Forestry University of China punya alasan menugaskan Xiaohan Yang, salah seorang mahasiswanya, karena sekolah yang di tuju memiliki diferensiasi yang tidak dimiliki oleh sekolah lain.

Tidak sedikit pendapat masyarakat dibandingkan dengan sekolah – sekolah lama yang ada di Surabaya, SMAM10 lebih tepat menerima delegasi dari luar negeri, karena sekolah ini memiliki banyak komunitas serta memiliki kelas Internasional yang terletak di mall BG Janction. Walau pun baru 3 tahun sekolah ini, tumbuh kembangnya sangat cepat, dibuktikan jumlah siswanya saat ini sudah mencapai di atas 400 siswa.

 

Koordinator Urusan Luar Negeri mengatakan “senang agenda mendatangkan para pelajar atau mahasiswa bahkan delegasi dari luar negeri ke SMAM10 bisa terealisasi walaupun dengan berbagai lintasan peristiwa yang harus dilalui. Ini bukan sebuah kebetulan dihadirkan delegasi mahasiswa dari Negara Cina ke SMAM10. Karena itu saya sangat apresi terhadap sekolah yang telah mendukung agenda terdebut,” tegas Ustdz Riza Arif seusai opening ceremony agenda tersebut di Kampus Utama Jl. Genteng Muhammadiyah 45 Surabaya.

Ustdz Resa selaku penanggung jawab agenda ini mengapresiasi paparan kepala SMAM10 Saat opening ceremony 6 Februari 2017. Dalam paparan, kepala sekola yang lelah membawa sekolah baru berdiri 3 tahun meraih banyak oenghargaan regional dan nasional ini menjelaskan banyak hal. Diantaranya tentang model pembelajaran dan manajemen sekolah. Sehingga, perkembangan siswanya dalam minat dan bakatnya dengan cepat berwujud prestasi.
“Apa tang di sampaikan pak Sudarusman sangat mendasar dari persoalan ini. Pengalaman beliau sejak tahun 2014 bagaimana memperdayakan sumber daya yang ada. Juga dari sisi prestasi investasi lahan,” tegas koordinator luar negeri yang juga mengajar Al-Islam.

 

Lebih lanjut, Ustdz Riza menegaskan, agenda yang diinisiasi oleh SMA Muhammadiyah 10 Surabaya dan AIESEC International bertujuan untuk saling berbagi tentang pengetahuan, namun lebih diutamakan kultur budaya masing-masing negara. Menurutnya, hal ini sangat selaras dengan program kelas internasional yang sedang dilakukan oleh SMAM10. Semangatnya adalah para siswanya bangga terhadap budayanya sendiri menghargai budaya negara lain, dan yang lebih penting bangga terhadap agamanya,” tambanya.

Sudarusman mengaku senang para siswa bisa berbagi pengalaman dalam hal belajar budaya, serta makin memahami bahwa bangsa Indonesia itu kaya akan budaya. Sadar atau tidak bahwa saat ini kita tengah dihadapkan oleh zaman perceoatan pengetahuan yang mana kebudayaan-kebudayaan tradisional yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia semakin pudar. Atas dasar itulah SMAM10 sangat tertarik ketika ada tamu dari negara lain, yang ingin tahu budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Dengan demikian para siswa akan semakin memahami akan kekayaan budaya negaranya.

Hal tersebut secara langsung berhubungan dengan bagaimana mereka para siswa SMAM10 mempersiapkan materi, baik dalam bentuk teks, power point bahkan melakukan praktek secara langsung, seperti dalam bentuk tari dan yang lain,” terang kepala SMA Muhammadiyah10.

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *