Our Blog

Setelah Ujian Berbasis Elearning, SMAM-X Gagas UTS Berbasis Festival

Sekolah Keberbakatan Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains SMA Muhammadiyah 10 (SMAM-X) terus berupaya melalui aktivitas pendidikan dan manajemen pendidikan agar bisa membeda kedalaman manusia baik sebagai makhluk individu maupun sosial. Para siswa tidak didekati sebagai objek mati semata, namun penuh dengan simpati dan empati. Dalam empati dan simpati, siswa kita hadapi dengan perasaan seolah kita terlibat benar-benar dalam kesulitan pribadinya, dan merasakan kesulitan-kesulitan itu sebagai kesulitan-kesulitan kita sendiri sebagai pembimbing.

Didasarkan pemikiran tersebut, tidak mungkin evaluasi dan penilaian hanya dalam bentuk awang-awang dengan penilaian cenderung subjektif. Maka, SMAM-X mencoba dunia praksis sebagai pola evaluasi atau ujian yang menyenangkan dengan suasana gembira yaitu “Ujian Tengah Semester Berbasis Festival” disini berbagai orentasi dan pemikiran dapat dipadukan dalam bentuk kurikulum. Artinya evaluasi siswa SMAM-X tidak hanya dalam bentuk tes tulis, namun lebih fokus pada tataran praksis, yaitu praktik di lapangan.

Menurut Sudarusman, pendidikan sebuah proses trasfer pengetahuan, pengalaman, kecakapan serta keterampilan sebagai usaha mrbekali siswa agar sukses didalam memecahkan problema dirinya dan orang lain. Oleh karena itu, saya sangat memberikan apresiasi pelaksanan UTS Berbasis Festival dengan tataran praksis, yaitu praktik pendidikan di lapangan dengan suasana cerah ceriah dan menyenangkan. Mengapa? “Karena bentuk evaluasi tidak cukup hanya sekedar memperoleh nilai agar naik kelas atau lulus ujian, tetapi juga dapat sukses dalam menghadapi berbagai problema kehidupan,” tambah Sudarusman kepala SMAM-X

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ustadz Putra

Segera Membalas...