Our Blog

Sinergi PR IPM SMAM-X – PR SMA MUHIPO Menuju Era Baru Pertumbuhan Start-Up di Jawa Timur

PR IPM sekolah keberbakatan Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains SMA Muhammadiyah 10 Surabaya yang sering disebut PR IPM SMAM-X menyambut baik keinginan PR IPM SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo  yang sering disebut PR IPM SMA MUHIPO untuk bersinergi dalam pelaksanaan program, salah satunya  entrepreneurship dan kebanggaan terhadap agamanya Islam. Mengapa harus entrepreneurship dan religi ? Mengingat saat ini pertumbuhan usaha rintisan atau start up terus bermunculan dengan berbagai terobosan kreatif dengan beragam layanan di wilayah jawa timur. Kini, Jawa Timur sudah memasuki era baru pertumbuhan start up, dimana belajar mandiri sudah dimulai, dan menjadi entrepreneurship serta perilaku industri kreatif merupakan pilihan yang tepat.

Maka selolah keberbakatan SMAM-X menyambut sekaligus mendukung keinginan sinergi dalam program pembinaan siswa melalui kerja sama antar PR IPM SMAM-X dengan PR IPM SMA MUHIPO serta konsisten menghadapi pertumbuhan start up. SMAM-X akan menyiapkan  berbagai pendukung, mulai dari infrastruktur yang dimiliki hingga beragam produk sekalian jenis pelayanan yng selama ini telah dilaksanakan oleh komunitas entrepreneurship SMAM-X. Dan yang paling menarik para tamu dari PR IPM SMA MUHIPO sejumlah 40 siswa dengan 5 guru pembina  pada hari jum’at 13 Desember 2019 diterima di kelas internasional SMAM-X bertempat di Mall BG Junction Jalan Bubutan Surabaya.

Ikut menyambut kehadiran rombongan PR IPM SMA MUHIPO di kelas internasional, kepala SMAM-X Sudarusman didampingi para staf dan guru pembina IPM. Dalam sambutannya Sudarusman menyampaikan, untuk mendukung era baru pertumbuhan start-up kali ini, sekolah-sekolah muhammadiyah harus ada keberanian membangun dan mengembangkan jiwa entrepreneurship dan start up. Ia memastikan di era ini akan menjadi semangat baru bagi seluruh siswa, terutama yang memilik passion kewirausahaan  yang menekuni industri kreatif. “Menjadi entrepreneurship sebuah pilihan yang tepat, sebab tantangan ke depan bagaimana bisa membuka peluang untuk dirinya dan orang lain, bukan mencari pekerjaan, ” Ujar Sudarusman

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *