Our Blog

Training Ground Siswa SMAMX Bersama Bintara Pembina Desa TNI AD

1480150097846 1480150083117

Akhir-akhir ini SMAM10 sering kali di kunjungi oleh  Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD hampir setiap bulan ada kegiatan yang melibatakan dua intitusi ini  antara SMAM10 dengan Komando Rayon Militer (Koramil) dari kegiatan training, seminar hingga kegiatan pembelajaran yang kontektual memberi tantangan intelektual,  emosional, dan moral yang cukup merupakan dasar mencintai negara, dengan menciptakan  lingkunan yang  kondusif pada siswa.

Saat ini, lintasan reformasi yang terjadi mengalami perlambatan, serta menghadapi tantangan yang multi-dimensi, hingga tidak sedikit muncul wacana tentang “kembali ke UUD 1945” dan jati diri bangsa. Dengan harapan membantu dalam membangun kembali upaya-upaya merajut kembali Indonesia yang kita cintai dalam mennyongsong percepatan pengetahuan di abad 21 yg penuh tantangan.

Dalam persepektif ini, membangun dan merajut kembali Indonesia dengan “jati diri bangsa” bukanlah hak sebuah generasi atau kelompok tertentu bangsa ini. Namun, jati diri bangsa harus menjadi tanggung jawab bersama, artinya didalam menghadapi percepatan pengetahuan dan lompetisi budaya yg semakin terbuka, kita sebagai bangsa yg berbudaya harus ada jiwa kebersamaan dan rasa memiliki.

Maka dari itu, beberapa kegiatan yg telah dilakukan oleh bapak-bapak TNI AD   dari Koramil bersama siswa-siswa SMAM10 sangatlah tepat. Para siswa diajarkan dan diajak berpikir tetang kebangsaan, melalui evaluasi diri, dan keberanian meninggalkan aspek-aspek negatif budaya sendiri, dan mengambil aspek-aspek positif budaya mainstream serta mengambil keputusan atas bentuk budaya sendiri dengan penuh tanggung jawab. Tidak terkecuali memberikan gambaran pada siswa kalau para pejuang merebut kemerdekaan dengan berkorban jiwa dan raga.

Pembelajaran kontektual yg di lakukan oleh bapak-bapak TNI AD di SMAM10 selama ini  benar-benar mendukung kurikulum sekolah yang berorentasi pada kecakapan generik (generic skill), kecakapan personal (personal skill) dan kecakapan sosial (social skill). Dengan demikian akan tumbuh pada siswa kecakapan diri, kecakapan berpikir, kecakapan berkomunikasi dan kecakapan bekerja sama.

Jika proses training ground  pada siswa SMAM10  dilakukan bersama-sama antara sekolah dengan koramil secara rutin dan terjadwal dengan baik, maka akan menghasilkan anak-anak bangsa yg bertanggung jawab, diantaranya;
1. Kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan
2. Kesanggupan untuk melayani orang lain secara tidak diskriminatif.
3. Kejujuran untuk melakukan evaluasi diri secara terus menerus.
4. Kekayaan imajinasi untuk menyediakan alternatif pemecahan masalah.
5. Keberanian untuk memilih pemecahan masalah dengan tanggung jawab.
6. Dapat mewarisi jiwa semangat juang para pahlawan.

Untuk selanjutnya, SMAM10 dan Koramil perlu mendesain kurikulum khusus, dengan harapan tujuan pembelajarannya lebih menitih beratkan pada siswa mampu membangun jati dirinya sendiri, dan sebagai warga negara akan sanggup secara aktif melakukan transaksi-transaksi sosial yang diperlukan untuk membangun bangsanya.

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ustadz Putra

Segera Membalas...